Beranda blog

Diduga Pengedar Sabu, Warga Pancoran Dicokok Polisi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

BONDOWOSO, Lagi-lagi Jajaran satuan reserse narkoba (Sat Reskoba) Polres Bondowoso mencokok Zainullah Bin Senol (30). Pasalnya ia diduga sebagai pengedar serbuk kristal atau sabu.

Zainullah warga dusun Widoro, Desa Pancoran, Bondowoso, Jawa Timur ini bertekuk lutut saat dicokok petugas, betapa tidak ia ketahuan menyembunyikan sabu didalam saku depan celananya.

Iptu Hadi Sukisman,Kasat Resnarkoba Polres Bondowoso mengatakan, Senol diamankan di jalan dusun Widoro, Desa Pancoran, Kecamatan kota Bondowoso,Rabu (3/7/2019) sekira pukul 23.00 WIB.

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyampaikann adanya pelaku peredaran narkoba jenis sabu. Dengan ciri-ciri sesuai dengan tampilan fisik pelaku.

FB_IMG_1773966750014

Setelah dilakukan penyelidikan dan dilakukan penggeledahan,ditemukan pada saku celana depan bungkusan plastik kecil yang berisi sabu.

“Dari Zainullah berhasil diamankan beberapa barang bukti, yaitu satu paket sabu yang dibungkus klip plastik disolasi. Serta uang tunai Rp 350 ribu dan satu HP,” kata Iptu Hadi, Kamis (4/7/2019).

Diterangkan bahwa berdasarkan barang bukti yang bersangkutan diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112 ayat (1) UU.RI No. 35 Tahun 2009, Tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun,” katanya.

Sementara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, serta penyidikan Zainullah diamankan di Mako Polres Bondowoso, setelah nanti berkas lengkap atau P21 akan segera diserahkan ke Kejaksaan.

images (15)

Diterjang Hujan Lebat, Dapur Rumah Warga Besuki Situbondo Ambruk

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Situbondo – Hujan lebat yang disertai hembusan angin kencang di Kecamatan Besuki telah memporak porandakan dapur rumah warga yang bernama Samawi (55). Rumah Sanawi yang berlokasi di Rt 03, Rw 01, Dusun Mandar, Desa Belimbing, Besuki, Situbondo, Jawa Timur tepat pukul 03.00 dini hari, Jumat, (8/3).


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media online ini di lapangan menyebutkan bahwa, panjang rumah 5 meter dan lebar 6 meter yang berpenghuni 5 jiwa tersebut hancur pada bagian dapurnya.
“Untung saja kelima penghuni rumah itu selamat meski dalam keadaan tertidur lelap,” ujar Sonata, anggota tim Paskalis BPBD Situbondo, Jumat, (8/3).

FB_IMG_1773966750014


Sonata menambahkan bahwa kerugian yang dialami korban yakni diperkirakan sekitar Rp 15 juta. (ans)

images (15)

Seorang Wanita Ketahuan Bawa Sabu Sabu Saat Besuk Pacarnya 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi. –  Nekat…..! Seorang Perempuan yang berniat  besuk Pacarnya di Lapas Banyuwangi ternyata ketahuan bawa sabu sabu

Seorang pengunjung perempuan diamankan petugas saat hendak menjenguk salah satu napi di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Selasa (28/4/2026).

Perempuan itu berinisial, EM (27), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Ia diamankan karena diduga membawa dua paket narkoba jenis sabu.

Kalapas Banyuwangi, Solichin mengatakan, EM berkunjung sekira pukul 09.20 WIB dan hendak membesuk pacarnya, LK yang ditahan karena kasus penyalahgunaan narkotika.

Sesuai dengan prosedur, setiap pengunjung dan barang bawaan harus melewati proses pengecekan dan penggeledahan oleh petugas. Namun ketika memasuki pos pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB, yang bersangkutan sempat berusaha kabur.

“Pada saat penggeledahan, petugas melihat gelagat mencurigakan. Yang bersangkutan seolah menghindar, kemudian berbalik menuju pintu keluar,” kata Solichin.

FB_IMG_1773966750014

Kecurigaan petugas pun terbukti, EM diketahui sempat membuang sesuatu ke tempat sampah sebelum pergi meninggalkan Lapas. Petugas langsung mengikuti dan memeriksa lokasi.

“Dari tempat sampah ditemukan satu barang yang kami curigai. Setelah itu, yang bersangkutan langsung diamankan dan dilakukan penggeledahan ulang oleh petugas perempuan,” lanjutnya.

Ketika petugas memeriksa barang bawan EM, ditemukan satu paket lain yang juga diduga berisi narkoba tersimpan di dalam dompetnya.

“Saat diinterogasi, yang bersangkutan mengaku bahwa barang tersebut merupakan sisa pemakaian pribadi dan tidak sengaja masih tersimpan di dalam kantongnya,” ungkapnya.

Solichin menambahkan, selanjutnya yang bersangkutan beserta barang bukti diserahkan ke Satnarkoba Polresta Banyuwangi untuk diproses lebih lanjut. “Yang bersangkutan dan barang bukti kita serahkan ke pihak kepolisian,” jelasnya.(mam)

images (15)

Sekda Tegaskan Pentingnya Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan Bondowoso 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bupati Bondowoso melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) dalam dunia pendidikan melalui kegiatan Pekan Pendidikan Berkah 2026 jenjang SMP.

Menurutnya, berbagai lomba yang digelar tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga memberi ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi nonakademik, termasuk kecerdasan kinestetik, linguistik, hingga kecerdasan emosional dan spiritual.

“Contohnya tari Remo, itu dalam konteks multiple intelligences termasuk kecerdasan kinestetik atau kecerdasan gerak. Tidak semua orang bisa melakukannya, karena dibutuhkan kecerdasan sekaligus keterampilan,” ujar Fathur Rozi,Selasa ,28/04/2026.

Ia menjelaskan, lomba tari menjadi salah satu wadah ekspresi bagi siswa yang memiliki kemampuan di bidang seni gerak.

Sementara itu, lomba bahasa seperti Bahasa Inggris dan Mandarin menjadi ruang bagi siswa yang unggul dalam kecerdasan linguistik.

“Setiap anak memiliki potensi berbeda. Ada yang unggul di bahasa, ada yang di seni, bahkan ada yang kuat di aspek mental dan spiritual. Semua itu difasilitasi dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fathur Rozi menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan di Bondowoso, mulai dari Dinas Pendidikan, dewan pendidikan, kepala sekolah, hingga para guru yang terus berkomitmen mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

FB_IMG_1773966750014

Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kematangan emosional.

“Kehidupan tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual semata. Yang jauh lebih penting adalah kematangan emosional dan spiritual, serta karakter mulia,” tegasnya.

Melalui Pekan Pendidikan Berkah, ia berharap siswa-siswi Bondowoso dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, unggul, dan berdaya saing, baik dari sisi keilmuan, fisik, maupun kepribadian.

“Kegiatan ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk mengantarkan anak-anak menjadi generasi masa depan yang berkualitas dan diridhai Allah SWT,” ungkapnya.

Fathur Rozi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik di Bondowoso.

“Dengan kebersamaan, kita optimistis mampu mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing, dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan,” pungkasnya.

images (15)

Komisi IV Ingatkan,Hasil Seleksi BCKS Harus Transparan ,Inovatif dan Berdaya Saing

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso menggelar seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tahun 2026 pada April ini untuk mengisi 179 posisi strategis, meliputi kepala sekolah, pengawas, dan penilik.

Seleksi tersebut dirancang untuk menjaring figur-figur pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional.

Proses seleksi berlangsung dengan beberapa tahapan, salah satunya tes berbasis kasus nyata yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bondowoso dan diikuti ratusan peserta.

Metode ini digunakan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menghadapi persoalan riil di lingkungan pendidikan.

Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, menegaskan bahwa seleksi tidak boleh hanya berorientasi pada kelengkapan administratif maupun kemampuan akademik semata.

“Berdasarkan peraturan teknis dari kementerian, seleksi memang harus mengikuti ketentuan. Namun kami menekankan, jangan hanya berhenti pada aspek administratif. Kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang harus memahami potensi, karakter, dan kebutuhan lingkungan sekolah,” ujarnya,Selasa ,28/04/2026.

Menurutnya, kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak cukup diukur dari hasil tes tulis.

Diperlukan penilaian menyeluruh terhadap rekam jejak, profesionalitas, serta kemampuan memahami kearifan lokal (local wisdom) agar kebijakan yang diambil tidak bersifat monoton.

Majid juga menyoroti pentingnya keberanian dan kesiapan individu dalam memimpin. Ia menilai, masih ada kecenderungan sebagian guru enggan mengikuti seleksi karena mempertimbangkan beban tanggung jawab yang besar.

FB_IMG_1773966750014

“Padahal, menjadi kepala sekolah adalah bagian dari panggilan kepemimpinan. Tidak hanya soal jabatan, tetapi tanggung jawab moral dalam memajukan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar seleksi mampu menghasilkan pemimpin pendidikan yang memiliki visi kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Bondowoso.

“Kami di Komisi IV berharap ada progres nyata. Tidak hanya peningkatan kecil, tetapi minimal dua persen setiap tahun anggaran. Ini membutuhkan kepala sekolah yang benar-benar punya kapasitas dan komitmen,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh proses seleksi harus berjalan objektif dan transparan.

Selain memenuhi regulasi, panitia diharapkan mampu menggali potensi peserta secara menyeluruh, termasuk dari sisi kepemimpinan, inovasi, dan dedikasi terhadap dunia pendidikan.

Komisi IV DPRD Bondowoso berharap, seleksi BCKS 2026 ini dapat melahirkan kepala sekolah yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pendidikan ke depan.

Dengan demikian, berbagai persoalan pendidikan di daerah dapat diatasi secara bertahap dan kualitas pendidikan di Bondowoso terus meningkat secara signifikan.

 

images (15)

Komisi IV Minta Dispendik Lebih Inovatif dalam Pengelolaan Program

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abdul Majid, meminta Dinas Pendidikan setempat untuk lebih inovatif dalam mengelola program, sekaligus mampu memilah skala prioritas di tengah keterbatasan anggaran tahun 2026.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya koreksi signifikan pada anggaran sektor pendidikan dalam APBD 2026.

Salah satu yang paling terdampak adalah Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mengalami pengurangan sekitar Rp52 miliar.

Politisi Gerindra ini juga mengatakan ,Kondisi ini dipastikan berimbas pada menurunnya kegiatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pendidikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Majid menegaskan, situasi ini harus dijawab dengan strategi yang tepat agar layanan pendidikan tetap berjalan optimal.

“Kami meminta Dinas Pendidikan tidak menjalankan program secara umum, tetapi benar-benar selektif dan berbasis prioritas. Fokuskan pada kebutuhan yang paling mendesak dan berdampak langsung,” ujarnya saat dikonfirmasi ,Selasa ,28/04/2026.

FB_IMG_1773966750014

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Justru, lanjut Majid, diperlukan terobosan dan inovasi agar program yang dijalankan tetap efektif meski dengan sumber daya terbatas.
Ia juga menekankan pentingnya memilih kegiatan yang tidak membutuhkan biaya pemeliharaan besar, sehingga tidak membebani anggaran di tahun-tahun berikutnya.

“Dengan anggaran yang ada saat ini, harus dimaksimalkan. Program yang dipilih sebaiknya efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Meski demikian, peluang penambahan anggaran masih terbuka melalui Perubahan APBD yang dijadwalkan sekitar Juli 2026. Hal ini mengingat sejumlah komponen pendapatan daerah, baik dari pemerintah pusat maupun transfer provinsi, masih bersifat dinamis saat penyusunan anggaran berlangsung.

Di sisi lain, sempat muncul wacana pemangkasan anggaran hingga 20 persen akibat faktor eksternal, termasuk dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan negara.

Namun hingga saat ini, kebijakan tersebut belum direalisasikan.
DPRD berharap, dengan langkah inovatif dan penentuan prioritas yang tepat, sektor pendidikan di Bondowoso tetap mampu memberikan layanan maksimal bagi masyarakat meski di tengah tekanan fiskal.

images (15)

Komisi IV Nilai Serapan Anggaran Sektor Pendidikan Belum Optimal

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Sekretaris Komisi IV DPRD Bondowoso, Abd Majid, menyoroti rendahnya serapan anggaran sektor pendidikan yang dinilai belum optimal hingga memasuki pertengahan tahun anggaran 2026.

Menurut Majid, realisasi anggaran pendidikan saat ini baru mencapai sekitar 30 persen dan masih didominasi oleh belanja rutin, seperti gaji dan tunjangan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera diperbaiki agar program-program pendidikan dapat berjalan maksimal.

“Secara ideal, pada bulan Juni penyerapan anggaran harus mencapai 50 persen. Ini perlu menjadi perhatian serius agar pelaksanaan program lebih efektif dan tepat sasaran,” tegas Majid saat dikonfirmasi, Selasa (28/04/2026).

Ia menekankan bahwa rendahnya serapan anggaran tidak boleh dibiarkan berlarut, karena berpotensi menghambat berbagai program strategis di sektor pendidikan, termasuk peningkatan kualitas layanan dan pemerataan akses pendidikan.
Lebih jauh, Majid mengingatkan bahwa pembangunan pendidikan tidak semata-mata bertumpu pada aspek fisik, seperti pembangunan gedung atau infrastruktur sekolah. Ia menilai, penguatan kualitas sumber daya manusia justru menjadi faktor kunci dalam memajukan dunia pendidikan.

FB_IMG_1773966750014

“Jangan selalu berorientasi pada pembangunan fisik. Pendidikan juga harus dibangun melalui pengembangan potensi siswa, baik dari sisi kecerdasan, keterampilan, maupun karakter,” ujarnya.

Dalam aspek perencanaan, Majid menegaskan pentingnya ketepatan dalam pengusulan program melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia mengingatkan bahwa setiap usulan kegiatan harus tercatat dalam sistem tersebut agar dapat diakomodasi dalam penganggaran.

“Dapodik memiliki batas waktu penguncian setiap tahun. Jika tidak diinput sesuai jadwal, maka usulan tidak bisa diproses, meskipun kebutuhan di lapangan sangat mendesak,” jelasnya.

images (15)

Pekan Pendidikan Berkah 2026,Sekda Dorong Ruang Ekspresi dan Karakter Siswa

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Bupati Bondowoso melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Pekan Pendidikan Berkah 2026 yang dinilai memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.

Kegiatan tersebut diharapkan terus dikembangkan karena tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Menurut Fathur Rozi, kegiatan ini mencerminkan pendekatan pendidikan berbasis multiple intelligences atau kecerdasan majemuk.

Ia menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan kecerdasan yang berbeda, sehingga perlu diberikan ruang yang sama untuk berkembang.

“Lomba yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan kinestetik. Ini penting karena pada prinsipnya tidak ada satu kecerdasan yang lebih baik dari yang lain, semuanya memiliki nilai yang sama dan harus didukung,” ujarnya,Selasa ,28 /04/2026

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam memajukan sektor pendidikan.

Menurutnya, tanggung jawab terhadap pendidikan tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

Ia berharap kegiatan Pekan Pendidikan Berkah mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

Kedepan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menjelaskan bahwa Pekan Pendidikan Berkah 2026 dilaksanakan dalam dua tahap.

FB_IMG_1773966750014

Tahap pertama untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) digelar pada 7–16 April 2026 dengan melibatkan 13 jenis lomba dan 18 kategori kejuaraan.

“Beberapa lomba yang digelar antara lain murid teladan, cerdas cermat, olimpiade Matematika, IPA, IPS, mendongeng, menggambar ekspresi, pidato cilik, membaca puisi, menyanyi solo, senam Anak Indonesia Hebat, gobak sodor, bola voli mini, atletik, hingga bulutangkis,” jelasnya.

Tahap kedua dimulai pada 27 April 2026 dengan berbagai lomba tambahan, seperti lomba cerpen yang rencananya akan diterbitkan, lomba atletik di Stadion Magenda, lomba vlog, serta lomba poster digital bertema pariwisata dan budaya Bondowoso.

“Untuk lomba poster digital, kami berharap karya terbaik dapat dicetak dan dipamerkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi potensi daerah,” ujarnya.

Selain itu, pada rangkaian kegiatan berikutnya juga digelar lomba membaca puisi, tari remo, bahasa Inggris, pendidikan Pancasila, hingga penampilan kolosal tari remo yang akan melibatkan sekitar 400 siswa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Taufan juga menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan sebagian besar berasal dari partisipasi dan semangat insan pendidikan di Bondowoso.

“Sekitar 70 persen kegiatan ini didukung oleh semangat dan partisipasi insan pendidikan. Sementara 15 persen berasal dari DPA Dinas Pendidikan, dan sisanya didukung oleh mitra, termasuk Komunitas Duta Sekolah , serta pihak penerbit,” paparnya.

Ia berharap Pekan Pendidikan Berkah dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wadah pengembangan potensi siswa.

“Kami berharap kegiatan ini dapat dicanangkan secara berkelanjutan, tidak hanya pada tahun 2026, tetapi juga menjadi agenda rutin di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.

images (15)

Tak Sembarangan, Sewa Kendaraan Dinas DPRD Bondowoso Diatur Ketat Sesuai Regulasi

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Sekretaris DPRD Bondowoso, Agus Winarno, memberikan penjelasan terkait mekanisme sewa kendaraan dalam perjalanan dinas yang kerap menjadi perhatian publik.

Ia menegaskan bahwa pengaturan tersebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2025 tentang Standar Harga Satuan Regional (SHSR) dan pedoman pelaksanaan APBD.

Agus menjelaskan, dalam perjalanan dinas terdapat beberapa komponen pembiayaan, salah satunya uang harian (UH). Komponen ini mencakup uang makan, uang saku, serta transportasi lokal.

“Transportasi lokal itu adalah perjalanan dari hotel menuju lokasi tujuan kegiatan, misalnya ke organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikunjungi. Ini berbeda dengan transportasi utama dari daerah asal ke kota tujuan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, apabila DPRD melakukan kunjungan kerja dari Bondowoso ke Yogyakarta, maka biaya perjalanan dari Bondowoso ke Yogyakarta masuk dalam kategori transportasi utama.

Sementara perjalanan dari hotel ke lokasi kunjungan di dalam kota Yogyakarta dikategorikan sebagai transportasi lokal.

Menurut Agus, ketentuan sewa kendaraan memiliki batasan tertentu. Untuk pejabat seperti bupati, wakil bupati, dan pimpinan DPRD, terdapat pengecualian yang memperbolehkan penggunaan kendaraan sewaan untuk menunjang mobilitas dari hotel ke lokasi kegiatan.

FB_IMG_1773966750014

“Untuk anggota DPRD, transportasi lokal sudah termasuk dalam komponen uang harian, sehingga tidak diperkenankan lagi melakukan sewa kendaraan secara terpisah,” jelasnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa terdapat skema lain yang diperbolehkan, yakni penggunaan kendaraan secara bersama-sama dalam satu rombongan kegiatan.

“Dalam hal perjalanan dinas dilakukan bersama-sama, misalnya satu komisi melakukan kunjungan kerja, maka dapat difasilitasi kendaraan yang sama. Ini yang diakomodasi melalui mekanisme sewa kendaraan oleh sekretariat DPRD,” katanya.

Agus menegaskan, fasilitas tersebut bukan termasuk dalam komponen uang harian maupun Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), melainkan sebagai bagian dari efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pengaturan mengenai hak keuangan dan administratif pimpinan serta anggota DPRD juga mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017. Dalam aturan tersebut, terdapat ketentuan mengenai tunjangan transportasi yang diberikan kepada anggota DPRD.

“Secara prinsip, tidak ada perubahan signifikan. Hanya penyesuaian teknis mengikuti regulasi terbaru agar pelaksanaan perjalanan dinas tetap akuntabel dan sesuai ketentuan,” pungkasnya.

images (15)

Dari Keluhan Jadi Solusi, RANTAS Targetkan Perbaikan Jalan Secara Tuntas Secara Bertahap

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggulirkan program Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas (RANTAS) sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

Program ini mulai dilaksanakan secara bertahap, menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Bupati Bondowoso, KH. Abdul Hamid Wahid, menyampaikan bahwa program RANTAS lahir dari kebutuhan nyata masyarakat serta menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

“Infrastruktur merupakan fondasi utama pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi. RANTAS hadir bukan sekadar memperbaiki jalan, tetapi memastikan konektivitas antarwilayah berfungsi optimal,” ujarnya,Senin 27/04/2026.

Data yang ada menunjukkan kondisi jalan di Bondowoso masih memerlukan perhatian serius. Hanya sekitar 17 persen jalan dalam kondisi baik, sementara 27 persen mengalami kerusakan berat.

Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab menerapkan pendekatan pembangunan berbasis dampak (impact-based development), dengan memprioritaskan ruas jalan yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan anggaran.

Wilayah yang belum masuk dalam program tahun ini telah dipetakan untuk penanganan pada tahun berikutnya.

“Kami memahami harapan masyarakat sangat besar. Namun pembangunan harus dilakukan secara bertahap agar hasilnya maksimal dan tidak setengah-setengah,” katanya.

Dari sisi manfaat, Pemkab berharap program ini mampu menurunkan biaya logistik, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta membuka akses ekonomi baru di wilayah pedesaan.

Infrastruktur yang baik juga diyakini dapat meningkatkan investasi dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjamin kualitas pekerjaan, pemerintah menerapkan pengawasan berlapis, mulai dari konsultan pengawas hingga tim teknis dinas, serta uji material di lapangan.

Kontraktor juga diwajibkan memenuhi spesifikasi teknis dan masa pemeliharaan.
Pemkab Bondowoso turut membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan program ini.

FB_IMG_1773966750014

Warga dapat menyampaikan laporan atau pengaduan melalui kanal resmi pemerintah daerah yang akan ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Ini adalah aset bersama yang harus dirawat demi manfaat jangka panjang,” papar Bupati.

Program RANTAS diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di Bondowoso, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menjelaskan bahwa program RANTAS memiliki perbedaan mendasar dibandingkan pemeliharaan jalan sebelumnya.

“Pendekatan yang digunakan berbasis ruas tuntas, bukan tambal sulam. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari struktur jalan, lapisan permukaan, hingga sistem drainase dalam satu paket pekerjaan,” jelasnya.

Pada tahun 2026, Pemkab Bondowoso menargetkan perbaikan di 134 titik jalan dengan total anggaran sekitar Rp50 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal ini dilakukan menyusul tidak adanya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat untuk sektor jalan,juga keterbatasan dana Desa ,padahal kata dia ada 5 kelas jalan .

Ansori menambahkan, penentuan prioritas didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas, serta fungsi strategis ruas jalan, seperti akses menuju sentra ekonomi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.

Selain itu, program RANTAS juga mengintegrasikan perbaikan drainase sebagai bagian penting dari pembangunan jalan.

“Kerusakan jalan sering kali disebabkan oleh air. Karena itu, penanganan drainase menjadi bagian integral, bukan tambahan,” tegasnya.

Meski sempat menghadapi kendala administratif di awal pelaksanaan, Pemkab Bondowoso optimistis target 134 titik dapat diselesaikan tepat waktu melalui percepatan perencanaan dan pengadaan serta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

 

images (15)

Penghargaan Kinerja 2025 Diraih, Curahdami Siap Tingkatkan Pelayanan Publik

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Bondowoso – Guruh Purnama Putra S.STP,M.Si Camat Curahdami menyampaikan bahwa kecamatan Curahdami siap meningkatkan pelayanan publik .

Hal itu tak lepas dari peran Bupati Bondowoso yang selalu memberikan perhatian, dukungan, serta arahan yang selama ini diberikan kepada jajaran Kecamatan Curahdami.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Curahdami, usai menerima Penghargaan Sinergitas Kinerja Kecamatan Tahun 2025 dalam upacara hari ulang tahun Otonomi Daerah di halaman Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Senin (27/4/2026).

Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak lepas dari peran aktif dan pembinaan yang konsisten dari Bupati, sehingga mampu mendorong peningkatan kinerja aparatur di tingkat kecamatan hingga desa.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari pembinaan, motivasi, dan kepercayaan yang diberikan Bapak Bupati kepada kami. Ini menjadi energi positif bagi seluruh jajaran untuk terus bekerja lebih baik,” ujarnya.

FB_IMG_1773966750014

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut juga didukung oleh kuatnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang terjalin dinilai menjadi kunci utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan tepat sasaran.

“Sinergitas yang terbangun selama ini menjadi fondasi penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ini bukan hanya capaian, tetapi juga pengingat agar kami terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Guruh Purnama berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat di masa mendatang. Dengan demikian, berbagai inovasi pelayanan publik dapat terus dikembangkan demi menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

“Kami berkomitmen untuk menjaga kepercayaan ini dengan bekerja maksimal, profesional, dan penuh tanggung jawab, demi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

images (15)

Polresta Banyuwangi Peduli Masyarakat Dan Lingkungan Sekitar 

tapalkuda1-removebg-preview.png (1)

Banyuwangi –  Polresta Banyuwangi berkomitmen untuk menjadi sahabat bagi masyarakat kembali dibuktikan melalui aksi kemanusiaan nyata. Pada Kamis sore (23/04/2026), Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., meresmikan sekaligus menyerahkan hasil bedah rumah milik Bapak Samawi, warga Lingkungan Bulusan, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.

Sebelumnya, rumah milik Bapak Samawi dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat terjangan hujan deras yang disertai angin kencang beberapa waktu lalu. Merespon penderitaan warga tersebut, jajaran Polresta Banyuwangi melalui Sat Binmas dan Sat Reskrim segera menginisiasi program bedah rumah untuk membangun kembali tempat tinggal yang layak bagi keluarga korban.

Kegiatan penyerahan hasil bedah rumah ini dilaksanakan secara khidmat. Kapolresta Banyuwangi hadir didampingi oleh Kasat Reskrim Kompol Lanang Teguh Pambudi, S.I.K., Kasat Binmas Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., serta jajaran PJU lainnya dan unsur Muspika Kecamatan Kalipuro.

Acara dimulai dengan doa bersama sebagai rasa syukur, dilanjutkan dengan peninjauan bangunan fisik rumah yang kini telah berdiri kokoh. Secara simbolis, Kapolresta Banyuwangi menyerahkan miniatur kunci kepada Bapak Samawi sebagai tanda bahwa rumah tersebut siap untuk ditempati kembali. Kehangatan semakin terasa saat Kapolresta bersama rombongan melaksanakan sholat Magrib berjamaah di lokasi, diikuti dengan acara tasyakuran sederhana bersama warga sekitar.

FB_IMG_1773966750014

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa program bedah rumah ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan jembatan untuk memperkuat ikatan antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan bedah rumah ini adalah wujud nyata dari kehadiran Polri di tengah problem yang dihadapi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian. Ini adalah bagian dari strategi ‘Sabuk Kamtibmas’, di mana hubungan baik yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan kebersamaan akan menjadi fondasi terkuat dalam menjaga keamanan wilayah. Kami ingin masyarakat merasakan langsung sosok polisi yang siap hadir saat warga membutuhkan bantuan. Semoga rumah baru ini membawa berkah dan kenyamanan bagi Bapak Samawi sekeluarga,” tegas Kapolresta Banyuwangi.

Maksud dan tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk meningkatkan sinergi antara kepolisian dan warga guna menciptakan situasi yang kondusif melalui pendekatan humanis. Bapak Samawi beserta keluarga tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan tersebut, sembari menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kepedulian jajaran Polresta Banyuwangi.

Seluruh rangkaian kegiatan selesai dalam keadaan aman dan lancar. Dengan terselenggaranya aksi sosial ini, diharapkan nilai-nilai gotong royong antara Polri dan masyarakat terus tumbuh subur demi mewujudkan Banyuwangi yang aman dan sejahtera.(*)

images (15)
error: Content is protected !! silahkan di menghubungi admin jika ingin copy conten ini ... terima kasih